Jelajah Hutan Kalimantan: Belajar Survival Bareng Suku Dayak
Jelajah Hutan Kalimantan: Belajar Survival Bareng Suku Dayak – Bagi sebagian besar pelancong, Kalimantan sering kali digambarkan sebagai hamparan hijau yang misterius dan menantang. Namun, di balik rimbunnya pepohonan tropis tersebut, terdapat sebuah pintu masuk menuju pengalaman yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan budaya. Pintu masuk itu bernama Desa Lopus, sebuah pemukiman yang terletak di Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
Gerbang Menuju Jantung Kalimantan

Memulai perjalanan dari hiruk-pikuk Jakarta, tujuan pertama Anda adalah Pangkalan Bun. Anda bisa memilih jalur udara yang praktis atau jalur laut bagi penyuka ritme perjalanan yang lebih lambat. Sesampainya di Pangkalan Bun, petualangan darat dimulai. Menempuh waktu sekitar empat jam melalui jalur trans Kalimantan, Anda akan disuguhi pemandangan jalanan yang mulus namun sepi, di mana pertemuan dengan kendaraan lain menjadi momen yang langka. Kesunyian jalan ini seolah menjadi transisi yang sempurna untuk meninggalkan modernitas menuju alam liar yang murni.
Menyatu dengan Tradisi Dayak Tomun
Setibanya di Desa Lopus, atmosfer keramahan Suku Dayak Tomun akan langsung terasa. Satu hal yang perlu diingat: hutan di sini bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang sakral bagi masyarakat setempat. Sebelum menginjakkan kaki di tanah hutan, setiap pendaki diwajibkan melapor kepada Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Salah satu momen paling berkesan adalah sambutan hangat berupa welcome drink tuak lokal yang berfungsi menghangatkan tubuh. Tak hanya itu, Anda akan menjalani ritual Ikat Tongang. Sebuah gelang dari bahan alam akan diikatkan ke pergelangan tangan oleh tetua adat sebagai simbol perlindungan diri dari segala marabahaya selama berada di dalam rimba. Menghormati kearifan lokal seperti ini adalah kunci utama untuk mendapatkan pengalaman jungle trekking yang sesungguhnya.
Orkestra Alam dan Pelajaran Bertahan Hidup
Memasuki hutan Desa Lopus berarti Anda sedang memasuki habitat asli dari babi hutan, rusa, landak, hingga macan dahan. Suara-suara primata yang saling bersahutan menciptakan sebuah simfoni alam yang tidak akan Anda temukan di lingkungan perkotaan.
Didampingi oleh pemandu lokal yang ahli, perjalanan ini juga menjadi ajang belajar ilmu survival. Para pemandu dari Suku Dayak Tomun tidak hanya hafal setiap jengkal jalur, tetapi juga mampu menunjukkan sumber makanan dan air minum alami yang disediakan oleh alam. Puncak dari perjalanan ini adalah Air Terjun Silingan Garung. Untuk mencapainya, Anda harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer dengan medan yang menantang namun sangat sepadan. Air sungai yang jernih—yang merupakan hulu Sungai Jelai—akan menjadi penawar lelah yang paling ampuh.
Estimasi Perjalanan

Jika Anda berencana berkunjung, pilihlah bulan Februari atau Maret. Pada masa ini, hutan Desa Lopus sedang “berpesta” durian. Anda bisa mencicipi buah durian hutan dengan kualitas premium secara melimpah.
Berikut adalah gambaran ringkas manajemen perjalanan dan biaya:
-
Transportasi: Tiket pesawat Jakarta-Pangkalan Bun berkisar antara Rp 600.000 hingga Rp 800.000. Untuk menuju desa, tersedia bus atau sewa kendaraan dengan tarif Rp 800.000 hingga Rp 1.200.000 (bisa dibagi dengan rekan seperjalanan).
-
Akomodasi: Menginap di guest house desa sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 50.000 per malam.
-
Logistik Hutan: Biaya pemandu atau porter berkisar Rp 150.000 per orang. Jangan lupa siapkan dana untuk kas desa dan konsumsi selama trekking.
Total estimasi biaya untuk perjalanan empat hari berkisar antara Rp 3.000.000 hingga Rp 4.500.000, tergantung pada jumlah anggota tim dan pilihan transportasi. Meski memerlukan biaya yang cukup lumayan, setiap rupiah yang dikeluarkan sebanding dengan kedamaian dan pengetahuan baru yang Anda dapatkan.
Menjelajahi hutan Kalimantan melalui Desa Lopus bukan sekadar berjalan kaki di antara pepohonan. Ini adalah perjalanan tentang menghargai adat, memahami ketergantungan manusia pada alam, dan merayakan kekayaan budaya nusantara yang masih terjaga rapi. Siapkan fisik Anda, dan biarkan rimba Lamandau menceritakan kisahnya kepada Anda.